Peran Strategis Tim LPM UIN Bukittinggi dalam PKM Temu Nasional PTKIN di Sumatera Barat

Bukittinggi-Padang Panjang, 29 April 2026 — Peserta Temu Nasional Lembaga Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di dua perguruan tinggi, yakni STIT Diniyah Putri Padang Panjang dan STIT Ahli Sunnah Bukittinggi, pada Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian Temu Nasional LPM PTKIN yang mengusung tema “Sinkronisasi dan Penyusunan Dokumen SPMI berdasarkan Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025.”

Kegiatan PKM ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), tetapi juga menjadi sarana penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi keagamaan Islam dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Barat.

Dalam pelaksanaannya, para peserta Temu Nasional memberikan pendampingan teknis terkait penyusunan dokumen SPMI, mulai dari kebijakan mutu, manual mutu, standar mutu, hingga formulir mutu yang sesuai dengan regulasi terbaru. Selain itu, dilakukan pula diskusi interaktif mengenai tantangan implementasi SPMI di masing-masing institusi, serta strategi peningkatan kualitas secara berkelanjutan.

Tim Lembaga Penjaminan Mutu dari UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi turut ambil bagian aktif dalam kegiatan tersebut. Delegasi yang hadir terdiri dari Dr. Iswantir, M.Ag selaku Ketua LPM, Dr. H. Januar, M.Pd sebagai Sekretaris LPM, Leli Lismay, M.Pd., Ph.D, Dr. Rini Elvira, SE., M.Si, serta Dr. Ulva Rahmi, M.Si.

Ketua LPM UIN Bukittinggi, Dr. Iswantir, M.Ag, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan PKM ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penguatan mutu pendidikan di kampus-kampus mitra. Ia menegaskan bahwa implementasi SPMI yang baik menjadi kunci dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun sinergi antar lembaga dalam mengimplementasikan sistem penjaminan mutu yang terstandar dan berkelanjutan, ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris LPM, Dr. H. Januar, M.Pd, yang menekankan pentingnya sinkronisasi dokumen SPMI dengan kebijakan terbaru pemerintah. Menurutnya, Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 menjadi landasan penting dalam penyusunan dokumen mutu yang adaptif terhadap dinamika pendidikan tinggi saat ini.

Sementara itu, pihak tuan rumah dari STIT Diniyah Putri Padang Panjang dan STIT Ahli Sunnah Bukittinggi menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai bahwa pendampingan langsung dari para pakar LPM PTKIN memberikan manfaat besar dalam meningkatkan pemahaman serta kesiapan institusi dalam menghadapi akreditasi dan audit mutu internal maupun eksternal.

Selain kegiatan akademik dan pengabdian, para peserta Temu Nasional juga memanfaatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya dan destinasi wisata di Sumatera Barat. Di antaranya adalah kunjungan ke Istano Basa Pagaruyung yang merupakan ikon budaya Minangkabau, serta Jam Gadang yang menjadi landmark kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan jejaring antar peserta dari berbagai PTKIN di Indonesia. Dengan terlaksananya kegiatan PKM ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam melalui implementasi SPMI yang lebih efektif, terstruktur, dan sesuai dengan regulasi nasional. Temu Nasional LPM PTKIN pun diharapkan terus menjadi forum strategis dalam mendorong transformasi mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.

Jnr

Leave a Reply